Ini bukan sinetron tapi kalau isi ceritanya dijadikan sinetron boleh juga....tambah penghasilan deh. Apakah Allah memberikan hidayah kepada hamba Nya bertahap sesuai kemampuan, aku kurang paham. Dari pengalamanku, 15 tahun lalu aku dapet hidayah untuk memakai jilbab. Penuh perjuangan terutama melawan sifat2 buruk yang sudah di install sekian lama, sebuah "Proses" katanya. Tapi bagaimana akhir dari proses itu Wallahu'alam bishawab, yang pasti niat teuteup ingin menjadi "Muslimah Sejati". Dalam perjalanan..istilah sufi suluk kali ya (maaf kalau sok tau..) banyak kejadian2 yang bisa jadi pelajaran. Bodohnya aku selalu terlambat mengambil hikmahnya. Hal sepele memang, seperti putus cinta karena pacar yang over protectif (sifat jangan disebut yah ghibah katanya...) sebetulnya itu mengajarkan aku untuk bersabar, dan harusnya aku bersyukur karena Allah menjaga aku melalui dia. Dalam hal ibadah lainnya aku juga mengalami proses naik-turun. Semasa kuliah ibadah ku baik secara kuantitas, tapi dari segi kualitasnya masih kurang. Ibadah fardhu & sunnah rajin aku kerjakan. ikut pengajian rutin tapi....maksiat kok jalan terus?? Astagfirullah, berarti ada yang belum bener nih..Setelah tamat kuliah aku mulai belajar tentang kehidupan (telat banget yu...yu..wis tuwe baru nyadar arti hidup ki piye?)
Akhirnya ibadahku kualitasnya bertambah, tapi kuantitasnya berkurang. Aku cuma kerjakan yang fardhu aja. Apakah ini yang namanya kebangkrutan iman atau apalah tapi aku mulai dari nol. Sedikit tapi pasti maksudnya siy begitu. Eehh...ternyata belum cukup juga untuk membentengi diri dari kemaksiatan (syaithon menghalangi temannya yang mau bertobat rupanya...hehehe...jujur banget). Ujian demi ujian aku lalui, mulai dari merasa itu sebagai musibah, gak terpikir & gak merasakan apa2, sampai mencari hikmah dan memperolehnya (Alhamdulillah).
Tahun 2007 ini adalah tahun pembelajaran tingkat Advance, ujian lumayan berat dan saat inilah Allah mengenalkan diri Nya pada ku. Dan apakah ini hidayah kedua? Semoga. Ternyata selama ini aku terlalu sombong, sangat percaya akan kemampuan yang aku miliki tapi lupa akan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Ujian kali ini menyadarkan aku bahwa aku bener2 makhluk Allah yang gak berdaya. Sebetulnya dari dulu juga tau Allah Maha Kuasa, tapi cuma TAU belum YAKIN. Alhamdulillah proses yang menyakitkan ini memberikan banyak hikmah dalam hidup yang tinggal sesaat lagi. (lebih baik siap mati tho drpd pas malaikat maut jemput kita malah bilang..kok buru2 siy...?)
Sekarang aku terus memperluas wawasan, memperdalam agama, memperbaiki diri, menambah kualitas ibadah, dan banyak hal yang masih harus dibenahi.
Semoga Allah memberikan keistiqomahan dalam beribadah, Amin.
20 November 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan sampaikan isi hati Anda setelah membaca posting ini, tidak baik memendam sesuatu yang bisa bemanfaat bagi orang lain...Jazakumullohu khairon katsiran.